Syaikhona Banyuanyar dan Abuya Al-Mujtama`
Untuk kalangan terbatas, kami terbiasa menyebut RKH.Muhammad Syamsul Arifin Banyuanyar dengan sebutan `Syaikhona`, sementara untuk RKH.Abdul Ghafur Syafiuddin, Lc dengan sebutan `Abuya`. Sebutan ini dimaksudkan untuk lebih memudahkan dalam komunikasi khusus yang apabila jika disebut `Kyai` arahnya terlalu luas.
Kedua guru ini sangat kuat dalam ikatan perjuangan dakwah dan pendidikan yang sama menonjol dalam kekhasan masing-masing.
Syaikhona dalam masa kurang lebih 40-an tahun dalam kepengasuhan di Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, telah menampilkan wajah pendidikan yang dinamis dan progresif, tetapi bukan berarti menjadi eksklusif, lembaga ini cukup terjangkau bagi masyarakat luas yang ingin mengasah keilmuannya, hingga lulusannya berkembang di berbagai lini.
Sementara Abuya yang merintis Pondok Pesantren Al-Mujtama` dan menjadi pengasuh pertama selama 34 tahun ini, juga menampilkan wajah pendidikan yang elegan dan sejajar dengan lembaga pendidikan sekitar yang maju, lulusannya juga cukup beragam, mewarnai lini kehidupan.
Dalam ijazah Muadalah yang setara dengan Madrasah Aliyah dan dapat dipergunakan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi di Timur Tengah, seperti di Ummul Quro Makkah,Jami`ah Islamiah di Madinah,Al-Ahqof Yaman, Al-Azhar Kairo Mesir dan lainnya, tertera KH.Muhammad Syamsul Arifin sebagai Mudir Ma`had Darul Ulum Banyuanyar, sedangkan KH.Abdul Ghafur Syafiuddin, Lc sebagai Kepala Sekolahnya.
Semoga amal jariyah keduanya terus terpatri dalam logam perjuangan,mengakar kokoh bagi generasi penerusnya,dan manfaatnya dirasakan oleh semua orang. Lahuma Al-Fatihah...!!!
Penulis : Haji Zamahsyari Mahendra Zandra
Editor : maduraindonesia.com