Madura Indonesia

MaduraID

Sosial, Budaya & Pendidikan

Sejarah Pondok Pesantren Raudlatul Falah Glagas Tambelangan Sampang Madura

maduraindonesia.com (Sampang) - Pondok Pesantern Raudlatul Falah berlokasikan di Glagas Tambelangan Sampang Madura. Pondok Raudlatul Falah kini lebih mengembangkan system dan metode dalam menangani keadministrasian serta kurikulum belajar mengajar. Pondok Pesantren Raudlatul Falah Berdiri kira-kira sejak 1981-an yang di asuh oleh KH  Fathullah dan di lanjutkan oleh KH. Junaidi Fathullah  kemudian di ganti oleh KH. Zaini Fathullah, Setelah itu Pondok Pesantren Raudlatul Falah Glgas di asuh oleh KH. Abd Syakur dan sekarang pondok tersebut di asuh oleh putra beliau yaitu KH. Musajad Syakur.

            Namun sejauh itu rasanya kurang lengkap kalau tidak mencamtumkan sosok revolusioner yang memberikan pengaruh besar di Pondok Pesantren Raudlatul Falah Glagas yaitu KH. Abdul Mujib Choirudin menantu KH. Abd Syakur, beliau berasal dari Tenggetteng Batorasang Tambelangan Sampang Madura, dan beliai merupaka sosok kiyai yang arif dan alim serta bijaksana dalam mengatasi segala hal. Beliaulah yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam kemajuan dan perkembangan Pondok Pesantren Raudlatul Falah Glagas.

            System yang di terapkan oleh beliau mengambil motto NU: “al-Muhafadhah Ala Qodimis as-Shalih Wa al-Akhdzu Ala jadidi al-Ashlah” (tetap berpegang teguh terhadap tradisi terdahulu yang shaleh dan responsive terhadap tradisi baru yang lebih sahleh ). Artinya, Pondok Pesantren Raudlatul falah Glagas menerapkan pelajaran formal mulai dari tingkat SD (ibtidaiyah) sampai ke tingkat MA (madrasah aliyah).

            Untuk lebih meningkatnya dan lebih efesiensya Pondok Pesantren Raudlatul Falah Glagas kini Mendatangkan guru dari luar pesantren, dari Pare Kediri, Surabaya, Pamekasan, Bondowoso dan juga Pacitan yang siap mengabdi dari bidangnya masing-masing, mulai dari kursus Bahasa Inggris, Bahasa Arab, bahkan sampai ke mata pelajaran Formalnya.

            Untuk saat ini, Pondok Pesantren Raudlatul Falah Glagas tidak lagi mengambil Guru Tugas (GT) sebagai tenaga pengajar Madrasah Diniyah dari luar Pesantren, Karena kader-kadernya sudah cukup di anggap bisa, walau dulu sempat mengambil GT dari Pondok Pesantren Al Mubarok Lanbulan dan dari Pondok Pesantren Sidogiri Kraton Pasuruan.

            Adapun jumlah santri putra yang dapat kami himpun dari keterangan yang mulia KH. Abd Mujib Choirudin adalah kurang lebih sekitar 60 dan untuk Santriwati berkisar 25  untuk yang menetap di Pondok Pesantren (ma’hadi), sedangkan santri yang tidak menetap atau biasa di sebut Khoriji mencapai 115 bagian Santri Putra dan Untuk santriwatinya berkisar 160 setelah dikalkulasi sekitar 360 jumlah santri secara totalitas.

Tulisan Terbaru
Tulisan Populer
Tulisan Terbaca