Madura Indonesia

MaduraID

Sosial, Budaya & Pendidikan

Asal Usul Gunung Geger Bangkalan (Part 2)

MADURAINDONESIA.COM - Bangkalan : Diceritakan, sekitar tahun 1976 ahli tirakat dari Banten yang nyepi selama 41 malam di goa Petapan, pada malam terakhir dia dijatuhi benda secara gai tepat di pangkuanya. Ternyata benda itu sebuah "Besi Kuning" sepanjang 15 cm dengan garis tengah 2 cm. Konon katanya, khasiat benda itu menjadikan pemiliknya kebal senjata tajam.

Keanehan lainya dialami Marjuki, asal kamal. Ketika dia nyepi di goa Pelanangan selama 101 hari, menjelang akhir lelakunya ia menerima wangsit, yang menganjurkan agar menggali tanah dibawah batu caping (miring topi).

Ketika tempat itu digali ternyata diperoleh sebuah kerangka lengkap dengan tengkoraknya. Konon disela-sela kerangka itu ditemukan sebuah limpa yang masih berbau amis. Di dalam tempurung tengkorak juga ditemukan benda putih mengkilat sebesar kelereng. " Namun apa khasiatnya oleh yang bersangkutan dirahasiakan," Ujar Zaini.

Disamping tempat keramat, goa di puncak Gunung Geger banyak pula memendam keajaiban alam. Di Goa Pelanangan misalnya ada sebua Stalakmit sepanjang 1,5 meter dengan garis tengah 15 cm bergantung di atap goa. bentuknya mirip organ pria, sehingga stalakmit unik ini diabadikan dengan nama Pelanangan.

Menurut juru kunci, stalakmit ini mempunyai khasiat nyata. Siapa saja lelaki yang mampu memanjat dinding goa, kemudian menyentuhnya, ia akan memiliki keperkasaan.

Menurut legenda versi Bangkalan, goa Petapan adalah bekas pertapaan Adipoday, sedang goa Potre pertapaan Putri Kuning. Keduanya pertapa saksi dari Madura dan dikenal sebagai ayah bunda tokoh legendaris Jokotole.

Konon ketika Jokotole akan bertarung melawan tojoh saksi dari daratan cian, yaitu Dempo Awang(Sampo Tualang), ia sempat pamit di Goa Petapan dan Potre. Disana Jokotole mendapat hadiah sebuah cemeti pusaka dari ayah bundanya yang sedang bertapa. Dengan cemeti ini, Jokotole dapat menghancurkan perahu Dampo Awang dalam pertempuran di udara. Saat itu Jokotole naik kuda terbang sedang Dampo Awang menaiki perahu terbang.

Keburuan kedua pertapa ini pun juga ada di puncak Gunung Geger. Makam Sang Putri tepat berada di depan goa Potre. Sementara Adipoday terletak 200 meter sebelah utara goa Petapan, dilindungi sebuah cungkup sederhana.

Makam R.A Tunjung Sekar atau Putri Kuning di Gunung Geger

Makam R.A Tunjung Sekar atau Putri Kuning

Sedang goa Pancong Pote dahulu dikenal sebagai tempat pertapan tokoh sakti Ratu Syarifah Ambani, permaisuri Pangeran Cangkraningrat I (1546-1569), Raja Plakaran Arosbaya. Konon berkat hasil tapa brata Sang ratu di goa Pancong Pote ini kerajaan Plakaran bisa diperintah keturunan Tjakraningrat I selama tujuh turunan.


10 Juli 2018 oleh: Deni Andrian

Kategori: Cerita Rakyat

Elemen Budaya: Cerita Rakyat

Provinsi: Jawa Timur

Asal Daerah: Bangkalan

Tulisan Terbaru
Tulisan Populer
Tulisan Terbaca