MaduraIndonesia.com 25/01/2025 : Kabar membanggakan datang dari Dusun Pajagungan Bawah 2. Dua putra–putri terbaik desa yang merupakan kakak beradik berhasil menorehkan prestasi gemilang di dunia pendidikan dengan meraih predikat sebagai guru profesional. Prestasi ini menjadi kebanggaan tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat sekitar yang selama ini menyaksikan perjalanan panjang penuh kesabaran dan perjuangan keduanya.
Adalah Ahmad Su’id, S.Pd.I dan Masni, S.Pd.I, dua sosok pendidik yang telah mendedikasikan diri dalam dunia pendidikan, khususnya pendidikan Islam. Keduanya dikenal sebagai guru yang berintegritas, berdedikasi tinggi, serta memiliki komitmen kuat dalam membina dan mencerdaskan generasi bangsa. Menariknya, mereka berdua juga merupakan alumni Pondok Pesantren Al-Ihsan, tepatnya alumni MI Al-Ihsan Beringan Dempo Timur, yang menjadi fondasi awal pembentukan karakter keilmuan, kedisiplinan, dan nilai-nilai keislaman yang hingga kini melekat kuat dalam diri keduanya.
Ahmad Su’id, S.Pd.I saat ini mengemban amanah sebagai Guru Pendidikan Agama Islam sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum di SMK Al-Falah Dempo Barat. Selain itu, beliau juga aktif mengajar sebagai Guru IPA di SMPI Al-Ihsan Beringan Dempo Timur. Peran ganda yang dijalani tersebut menunjukkan kapasitas, keilmuan, serta kepercayaan lembaga pendidikan terhadap kompetensi dan profesionalisme beliau. Di tengah kesibukan mengatur kurikulum dan kegiatan pembelajaran, Ahmad Su’id tetap dikenal sebagai sosok yang rendah hati, disiplin, dan dekat dengan peserta didik.
Sementara itu, sang adik Masni, S.Pd.I juga tidak kalah mengharumkan nama keluarga dan dusun Pajagungan Bawah. Ia dipercaya sebagai Guru Pendidikan Agama Islam sekaligus Kepala Sekolah PAUD Al-Falah Dempo Barat. Amanah sebagai kepala sekolah pada jenjang pendidikan anak usia dini menjadi bukti nyata kemampuan kepemimpinan, keteladanan, dan kepeduliannya terhadap pembentukan karakter anak sejak usia dini. Di bawah kepemimpinannya, PAUD Al-Falah terus berupaya memberikan layanan pendidikan yang islami, humanis, dan berkualitas.
Predikat guru profesional yang diraih oleh keduanya bukanlah hasil kebetulan, melainkan buah dari proses panjang yang penuh liku, kesabaran, pengorbanan, serta ikhtiar yang tidak pernah putus. Capaian ini menjadi pengingat bahwa kesuksesan lahir dari kesungguhan usaha yang dibarengi dengan doa dan tawakal kepada Allah SWT.
Lebih dari itu, keberhasilan Ahmad Su’id dan Masni tidak lepas dari doa dan dukungan orang tua, yakni Bapak Sadik dan Ibu Sumaliyah, yang senantiasa bermunajat kepada Allah SWT agar anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat. Doa orang tua menjadi kekuatan spiritual yang mengiringi setiap langkah perjuangan hingga mencapai titik keberhasilan saat ini.
Kisah inspiratif ini juga menegaskan bahwa menjadi orang baik dan orang sukses tidak ditentukan oleh latar belakang keluarga. Sebagaimana ungkapan bijak yang hidup di tengah masyarakat Madura, “Anaknya orang bemabe atau orang nik-kènik padeh, andik kesempatan tettih oreng sukses”—setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berhasil, selama mau berusaha, bersabar, dan tidak berhenti berdoa.
Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi dan inspirasi bagi generasi muda, khususnya anak-anak Dusun Pajagungan Bawah, bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita. Dunia pendidikan membutuhkan sosok-sosok pendidik profesional yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral.
Semoga predikat guru profesional yang telah diraih menjadi tangga kebaikan untuk mendapatkan rida Allah SWT, serta menjadi ladang amal jariyah melalui ilmu yang diajarkan dan keteladanan yang ditanamkan kepada para peserta didik. Masyarakat berharap, dedikasi dan kontribusi keduanya terus berlanjut demi kemajuan pendidikan dan pembangunan karakter generasi bangsa.